Qadariyah & Jabariyah

Materi Pembelajaran

Materi

DOKTRIN AJARAN POKOK ALIRAN QADARIYAH

 Aliran Qadariyah memiliki pemikiran bahwa manusia memiliki kekuasaan, kemampuan, kekuatan untuk melakukan perbuatan sesuai kehendaknya, dimana pemikiran ini muncul dari sumber landasan :

  1. QS. Al-Khafi ayat 29

    ﴿ وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا ٢٩ ﴾

    29.  Katakanlah (Nabi Muhammad), "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur." Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek.

  2. QS. Fussilat (41) ayat 40

    .......ۗاِعْمَلُوْا مَا شِئْتُمْ ۙاِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٤٠ ﴾

    …… Lakukanlah apa yang kamu kehendaki! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

  3. Qs. Al-Ra'd (13) : 11

    ﴿ لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١١ ﴾

    11.  Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

  4. QS. Yunus ayat 108

    ﴿ قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۚفَمَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ ۚوَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚوَمَآ اَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍۗ ١٠٨ ﴾

    108.  Katakanlah (Nabi Muhammad), "Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu. Maka, siapa yang mendapatkan petunjuk, sesungguhnya petunjuknya itu untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Aku bukanlah penanggung jawab kamu."

Menurut Ahmad Amin dalam kitabnya Fajrul Islam, menyebutkan beberapa doktrin ajaran aliran Qadariyah, sebagai berikut :

  1. Allah tidak mengetahui dan tidak menentukan kejadian sebelum itu terjadi, artinya segala kejadian di muka bumi ini diketahui Allah setelah itu terjadi. Maka mereka meyakini tidak adanya takdir karena semua kejadian baru ada saat terjadi.
  2. Manusia atau hamba itu sendiri yang memiliki kuasa atas kemauan dan kebebasan dalam melakukan perbuatan, Allah juga tidak menciptakan perbuatan baik ataupun buruk manusia, karena jika Allah menentukan perbuatan buruk manusia maka Allah dianggap dzalim karena menghukum manusia yang melakukan apa yang sudah ditentukan, jika Allah menetapkan kebaikan pada diri seseorang maka Allah tidak adil karena hanya memberi balasan nikmat untuk orang tertentu saja. Manusia dengan akalnya sudah mampu membedakan baik dan buruk maka penciptaan manusia itu sendiri disertai dengan kehendak dan daya manusia.  Maka penganut firqah ini meyakini akan dibalas sesuai dengan kebebasan berkehendaknya manusia itu sendiri,
  3. Orang yang melakukan dosa besar tidak termasuk kafir, namun juga tidak tergolong mukmin, maka orang yang berdosa besar tergolong fasik, dan tempatnya orang fasik adalah kekal di neraka. Karena iman manusia tidak dipengaruhi amalnya.
  4. Hanya meyakini satu sifat wajib Allah yaitu Allah Maha Esa, mereka berpendapat aliran ini tidak menerima pemahaman mengenai sifat-sifat wajib Allah yang lain seperti "Ilm, Basyar, Sami'.